Peran Expert BK di Era Digital Finding out Semarakkan Semangat Merdeka

LAYANAN bimbingan dan konseling sebagai salah satu komponen yang terintegrasi dengan keseluruhan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Demi menjalankan tugas untuk mengembangkan potensi diri dan mencapai tugas-tugas perkembangan peserta didik. Expert BK perlu menyiapkan beraneka method layanan yang siap dilaksanakan dalam memenuhi tujuan mulia. Memandirikan peserta didik secara best.

Perubahan kurikulum di tengah Pandemi Covid-19 membuat layanan bimbingan konseling di segala jenjang pendidikan tertentu mengalami banyak perubahan. Dimulai dengan SE No.14 Tahun 2019 mengenai RPP yang disederhanakan, kemudian muncul kurikulum darurat, wacana kurikulum prototype hingga kurikulum merdeka belajar yang saat ini digalakkan oleh Pemerintah. “Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat” begitu paparan Mendikbudristek pada Jumat (11/2) silam.

Hal ini sejalan dengan yang tercantum pada Permendikbud No. 111 Tahun 2014 bahwa setiap peserta didik satu dengan lainnya berbeda kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik dan latar belakang keluarga serta pengalaman belajar yang menggambarkan adanya perbedaan masalah yang dihadapi peserta didik sehingga mengharuskan peserta didik menentukan peminatan akademik, vokasi, dan pilihan lintas peminatan serta pendalaman peminatan. Di sini, peserta didik diberi kebebasan untuk memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.

Langkah dalam mengimplementasikan cita-cita bangsa ini memerlukan strategi baru untuk menghasilkan pribadi yang berkarakter secara aktif serta dapat mengembangkan potensinya. Dengan demikian hal ini akan membantu peserta didik dalam mengambil keputusan sesuai potensi dalam diri. Sejalan dengan kebijakan Mendikbud tentang Merdeka Belajar, Guru BK diharapkan tanggap dan berperan aktif dalam mensukseskan implementasi software ini. Upaya ini penting dilakukan agar ekspektasi kinerja guru BK sejajar dengan profesi lain yang saling mendukung dalam dunia pendidikan.

Adapun peran Expert BK berdasarkan pendapat para ahli merumuskan peran Expert BK sekolah diantaranya Shertzer & Stone, (1981) Barruth dan Robinson (1987) Gibson & Mitchell (2011) Nursalim (2020). Bila dirangkum maka peran guru BK menurut para ahli bila dikaitkan dengan Kurikulum Merdeka Belajar adalah sebagai sebagai agen perubahan, sebagai agen pencegahan, sebagai pengembang karir, sebagai konselor, sebagai konsultan, sebagai koordinator, dan sebagai asesor. Peran-peran yang telah dirumuskan oleh para ahli tersebut dapat dilakukan oleh Expert BK dalam mensukseskan implementasi method merdeka belajar.

Penjelasan berikut adalah berbagai peran dan kegiatan yang dapat dilakukan oleh expert BK dalam mensukseskan kegiatan dalam software merdeka belajar. Pertama, sebagai agen perubahan Guru BK dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Mengutip data Ikatan Expert Indonesia (IGI), Lestari Moerdijat, wakil ketua MPR mengungkapkan berdasarkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan tiga bulan terakhir tercatat 60% expert memiliki kemampuan sangat buruk dalam penggunaan teknologi informasi saat mengajar.

Expert BK sebagai agen perubahan baiknya menjadi pelopor untuk mengembangkan kompetensi diri mengemas pembelajaran jarak jauh agar dapat diakses oleh seluruh pesera didik. Menyajikan materi layanan secara menarik dan menyenangkan dengan menggunakan berbagai macam sentuhan teknologi baik berupa aplikasi offline maupun system media dan desain yang sangat membantu dalam mengkomunikasikan materi kepada peserta didik. Proses belajar yang dijalani dengan cara menyenangkan memungkinkan peserta didik mengingat materi lebih banyak dan lebih lama.

Kedua, sebagai agen pencegahan untuk melindungi generasi penerus bangsa dari budaya luar yang merusak keluhuran bangsa ini dengan nilai-nilai sekuler, liberal dan individualis. Pada Kurikulum Merdeka Belajar juga menekankan poin penting mengenai “Profil Pelajar Pancasila”. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan tujuan pendidikan nasional, pemikiran bapak pendidikan, dan rujukan-rujukan kontemporer untuk mengantisipasi berbagai tantangan masa kini dan masa depan.

Expert BK perlu merancang plan layanan yang diperuntukkan bagi seluruh peserta didiknya untuk lebih mendalami perannya sebagai pelajar pancasila dengan memperhatikan 4 elemen yaitu: (1) Pancasila, (2) UUD 1945, (3) NKRI, dan (4) Bhinneka Tunggal Ika dengan berkolaborasi dengan Guru Pendidikan Kewarganegaraan atau pihak lain yang terkait. Kecanggihan teknologi memungkinkan Guru BK mengundang pemateri dari luar melaksanakan bimbingan lintas kelas untuk meeting secara daring untuk menguatkan profil pelajar pancasila.

Ketiga, sebagai pengembang karir Expert BK perlu untuk memahami situasi dan memetakan posisi yang dibutuhkan oleh peserta didik. Expert BK juga perlu mengetahui bakat atau potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus bertambah dan jumlah pengangguran yang tinggi Guru BK sedini mungkin membantu peserta didik untuk merencanakan karir untuk masa depannya. Apabila terhadap kendala Expert BK dapat mengajukan lulusan terbaiknya untuk mengikuti application beasiswa kuliah, aplikasi lowongan kerja dan bekerjasama dengan discussion board bursa kerja. Hal ini dapat membantu Expert BK untuk menguraikan tingkat pengangguran.

Keempat, sebagai konselor baiknya Expert BK menciptakan perubahan sikap dan perilaku konseling. Disamping kemampuan penguasaan teori, yang tak kalah penting ialah praktik. Proses konseling yang betujuan untuk mengubah perilaku konseli, lahir dari tangan hangat konselor yang mampu menerima konseli tanpa syarat, terbuka dan asli. Proses konseling kini tal lagi monoton di ruang konseling. Pemanfaatan media sosial dapat digunakan untuk untuk koArtinya, modal utama seorang konselor adalah kualitas kepribadiannya,disamping pendidikannya.

Kelima, sebagai konsultan dalam konteks merdeka belajar, dalam pandangan Hamka memberikan makna bahwa dalam belajar harus dilakukan dengan membangun kemauan dan semangat, mewujudkan kebebasan untuk menyatakan pikiran, dan bebas dari segala bentuk rasa ketakutan. Peserta didik diberi kebebasan dalam menentukan peminatan software keahlian/jurusan di sekolah. Orang tua juga memiliki peran yang besar untuk mengarahkan putra-putrinya. Disinilah peran Expert BK sebagai konsultan untuk membantu peserta didik menentukan peminatan. Guru BK perlu memiliki asesmen yang kuat dan data yang lengkap untuk memberikan informasi baik berupa bakat dan minat peserta didik secara valid.

Keenam, sebagai koordinator Expert BK di sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan berbagai macam kegiatan bimbingan dengan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Kemudahan akses komunikasi akan memudahkan kerjasama dengan banyak pihak. Ini dapat dijalin dimana saja dan kapan saja dengan MoU yang telah disepakati beberapa pihak hanya melalui E-mail dan tatap maya. Backlink and match yang kini juga sedang digaungkan oleh bidang vokasi kemendikbud maka Expert BK harus mengkoordinasikan kontribusi dari para profesional lain yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan seperti mitra dunia industri dan bursa kerja. Hal ini juga berlaku untuk menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder yang berkaitan langsung dengan BK yaitu psikolog, pekerja sosial, lembaga pendidikan lain dan sebagainya.

Ketujuh, para expert BK juga memiliki peran sebagai asesor, yakni melakukan asesmen kepada peserta didik berdasarkan knowledge hasil tes maupun non tes. Details hasil pengukuran tersebut perlu untuk diinterprestikan dalam rangka memperoleh pemahaman yang akurat tentang peserta didik beserta dengan potensi-potensinya.  Hasil dari asesmen ini juga akan menunjukkan dampak suatu variabel yang diteliti terhadap perkembangan dan pengaruh faktor-faktor lingkungan lain pada perilaku peserta didik. Dibantu dengan Google-Form dan spreadsheet sangat memudahkan Guru BK untuk mengumpulkan angket sebagai bagi peserta didik.

Berdasarkan paparan diatas dapat diartikan bahwa Expert BK memiliki peran yang cukup besar untuk memerdekakan peserta didik untuk belajar sesuai dengan bakat, minat dan potensinya. Expert BK harus menjadi pelopor dalam memotivasi peserta didik mengembangkan diri melalui peminatan yang cocok dengan karakteristiknya. Di zaman orang tua dulu menganggap orang bodoh adalah mereka yang berasal dari kaum budak. Di zaman anda orang bodoh adalah orang yang diam di tempat sedangkan orang lain telah berhasil menghasilkan karya inovatif dan kreatif. Semangat, Merdeka Belajar! (yekti2107163085@webmail.uad.ac.id)

* Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Ahmad Dahlan