Pembelajaran Seni Tari di Era Pandemi dengan Blended Learning

RADARSEMARANG.ID, WABAH Corona (Covid-19) menyebabkan perubahan yang begitu besar dalam kehidupan, salah satu dampak yang sangat di rasakan adalah di Dunia Pendidikan. Dunia pendidikan seperti mati suri, kita tidak bisa bertatap muka untuk belajar tidak bisa berinteraksi secara sosial semua nya seperti dibatasi tembok yang begitu besar yang bernama Corona. Dunia pendidikan menjadi kacau balau, anak-anak tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Mereka terkurung, dan tanpa bisa bertemu dengan teman- teman apalagi belajar bersama di sekolah.

Keadaan seperti ini pun tidak bisa dibiarkan, salah satu upaya agar anak-anak masih tetap bisa belajar meskipun tidak saling bertemu secara langsung adalah dengan PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Cara ini ditempuh agar anak-anak masih tetap bisa belajar meskipun situasi tidak memungkinkan.

Agar pembelajaran Jarak jauh di period pandemi bisa dilaksanakan metode pembelajaran yang diterapkan adalah Bleanded Learning. Bleanded Learning adalah sebuah metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara menggabungkan, mencampurkan, mengombinasikan sistem pendidikan konvensional dengan sistem pendidikan berbasis digital.

Konsep blended understanding merupakan cara pembelajaran baru di mana menggabungkan strategi tatap muka di ruang kelas dan pembelajaran jarak jauh atau daring (on the web). Penerapan pembelajaran campuran merupakan cara inovatif untuk meningkatkan keberhasilan peserta didik dalam pelatihan.

Blended discovering adalah metode pembelajaran campuran yang menggabungkan metode pembelajaran langsung (synchronous) dan metode pembelajaran mandiri/tidak langsung yang dapat dilakukan kapan saja (Asynchronous). Metode pembelajaran blended mastering dipercaya menjadi solusi terbaik saat pembelajaran PJJ seperti saat ini.

Menurut Allen dan Ure dalam Bonk dan Graham (2006: 4), blended mastering adalah Kombinasi antara strategi pembelajaran. Kombinasi antara metode pembelajaran. Kombinasi antara on the net learning dengan pembelajaran tatap muka Dengan adanya penggabungan berbagai strategi, metode, dan teknik mengajar dalam blended studying diharapkan dapat membantu siswa mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan secara maksimal. Blended finding out mempunyai tiga komponen yang terdiri dari on the web mastering, pembelajaran tatap muka, dan belajar mandiri.

Langkah-langkah pembelajaran Blended Understanding di Sekolah yaitu mengidentifikasi urgensi dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Blended Mastering dan medata sarana prasarana yang dibutuhkan dalam penerapan metode belajar campuran ini. Merancang teknis pembelajaran dengan metode blended discovering. Termasuk didalamnya adalah menentukan platform apa yang akan digunakan sebagai penunjang pembelajaran asinkron/tidak langsung dan aplikasi apa untuk mendukung pembelajaran experience to facial area jika siswa benar-benar tidak dapat pergi ke sekolah untuk menghindari penyebaran virus corona. Mensosialisasikan kebijakan yang diambil kepada siswa dan orang tua.

Hal ini sangat penting karena blended understanding bagi masyarakat awam merupakan hal yang asing. Sedangkan dalam pelaksanaannya, blended studying tidak hanya membutuhkan kesiapan expert dan infrastrukturnya saja, melainkan juga kesiapan siswa dan juga orang tuanya. Jika diperlukan, sekolah dapat membuat simulasi terlebih dahulu untuk mengetahui kendala apa yang dialami siswa sehingga dapat segera dicarikan solusinya. Pelibatan orang tua pada umumnya diperlukan untuk level-amount pembelajaran dasar.

Dalam pembelajaran seni tari expert menggunakan media online video dalam pembelajaran, guru mendemonstrasikan gerak tari tradisional kemudian di online video langkah- langkah gerakannya, untuk di kirim ke peserta didik dan kemudian ditirukan dan di praktekkan kembali, di rekam dalam bentuk movie untuk dikirimkan ke expert mata pelajaran seni tari. Online video dikirimkan lewat aplikasi Groups.

Manfaat penerapan Blended Discovering yang diterapkan di SMAN 1 Bringin adalah Lebih fleksibel, menghemat biaya dan waktu, penyampaian materi lebih interaktif, lebih efektif dan efisien. Pembelajaran menggunakan metode blended understanding yang dirancang dengan baik tidak hanya dapat membantu siswa mencapai goal pembelajaran, tetapi juga dapat membentuk siswa yang mandiri dan bertanggung jawab. (ump1/zal)

Expert SMA N 1 Bringin