Machine Mastering Bantu Identifikasi Ambang Batas Iklim untuk Distribusi Vegetasi Alami

Liputan6.com, Jakarta – Perubahan iklim lebih sering dan lebih intens menyebabkan iklim ekstrem.

Namun, tidak jelas bagaimana tepatnya iklim ekstrem akan memengaruhi distribusi vegetasi di masa depan. Ini menjadi pertanyaan bagi para peneliti untuk mengurangi ekstremitas yang akan datang dan dampaknya terhadap vegetasi.

Sebuah studi yang terbit di World wide Alter Biology mengeksplorasi hubungan skala besar antara vegetasi dan karakteristik iklim menggunakan equipment finding out.

Studi ini menunjukkan bahwa menggabungkan information iklim dan information tutupan lahan penginderaan jauh dengan design Selection Tree.

Hasilnya, para peneliti mampu mengekstraksi ambang batas iklim yang terlibat secara efektif dalam penataan distribusi vegetasi dominan pada berbagai skala spasial.

Temuan studi ini menyoroti pentingnya iklim ekstrem dalam membentuk distribusi beberapa jenis vegetasi utama. Misalnya, kekeringan atau dingin yang ekstrem sangat penting untuk dominasi sabana dan hutan daun jarum yang gugur.

“Salah satu pertanyaan terpenting yang harus dijawab dalam penelitian lebih lanjut adalah apakah ambang batas iklim yang ditemukan di dalam penelitian ini bersifat statis atau berubah seiring dengan perubahan iklim di masa depan,” kata Hui Tang, peneliti dari Departemen Geosains di Oslo College dikutip dari rilis pers by using Eurekalert pada Rabu (2/3/2022).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

https://www.youtube.com/enjoy?v=LWXy5cMppWg