Discovery Studying Prasmanan Meningkatkan Antusiasme dan Tanggung Jawab Belajar

RADARSEMARANG.ID, IPA adalah ilmu yang dekat dengan kita. IPA mempelajari fenomena-fenomena di sekitar kita baik yang berkaitan dengan makhluk hidup maupun benda mati. Namun, saat IPA hanya diajarkan dengan ceramah, hanya akan menjadi menjadi hafalan yang tidak bermakna dan menimbulkan verbalisme. Siswa akan mengalami kesulitan saat siswa menghadapi soal-soal yang menuntut berpikir kritis.

IPA harus diajarkan dengan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Mata pelajaran ini diarahkan untuk “mencari tahu” dan “berbuat” agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Salah satu product pembelajaran yang cocok untuk diterapkan adalah Discovery Studying. Discovery Finding out merupakan satu dari tiga design pembelajaran saintifik yang tercantum dalam Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.

Penerapan product pembelajaran saintifik harapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Discovery Mastering adalah product pembelajaran yang menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa dan pengalaman belajar secara aktif yang akan membimbing siswa untuk menemukan dan mengemukakan gagasannya terkait topik yang dipelajari (Arends, 2015).

Pemilihan product dan metode belajar akan mempengaruhi antusiasme belajar siswa. “Antusiasme” merupakan kata baku yang berasal dari terjemahan dari kata enthusiasm dalam bahasa Inggris yang berarti dengan ‘penuh semangat, bersemangat, bergairah, senang sekali’. Model pembelajaran yang dipilih juga mempertimbangkan karakter yang akan dikembangkan pada siswa.

Untuk meningkatkan antusiasme dan tanggung jawab siswa kelas IX SMPN 1 Grabag, guru menerapkan model pembelajaran Discovery Mastering Prasmanan pada pembelajaran listrik dinamis. Prasmanan yang dimaksud adalah siswa mengambil dan mengembalikan sendiri alat-alat praktikum yang digunakan dari kit box listrik magnet.

Untuk mengembangkan karakter tanggung jawab, kit box dan alat lain di luar box diberi nomor 1 sampai dengan 6. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok. Pada pertemuan pertama, expert sudah menyiapkan kit box di meja praktikum. Saat melihat kit box yang masih dalam keadaan tertutup tersebut, para siswa terlihat sangat penasaran. Siswa menjadi sangat antusias saat guru menjelaskan alat-alat dalam package box yang akan digunakan.

Dalam kegiatan praktikum dengan panduan lembar kerja yang telah dibuat guru, siswa terlihat antusias. Hal ini terihat dari usaha siswa untuk melakukan langkah-langkah praktikum dengan benar. Jika mengalami kesulitan, mereka tidak segan bertanya pada expert atau teman kelompok lain yang sudah berhasil. Saat mereka telah berhasil melakukan langkah praktikum yang benar, siswa terlihat senang dan bangga. Siswa juga kadang-kadang mencoba menggunakan alat lain dalam praktikum.

Rasa tanggung jawab siswa diperlihatkan saat mereka mengembalikan alat-alat yang sudah dipakai ke dalam tempat masing-masing dalam kit box. Kemudian mengembalikan package box dan alat lain sesuai tempatnya di rak penyimpanan. Untuk pertemuan selanjutnya siswa mengambil sendiri package box dan alat-alat lain dari rak penyimpanan, kemudian menyiapkan alat-alat sesuai dengan LK.

Jika ada alat yang tidak lengkap atau rusak, siswa akan menyampaikannya kepada guru dan guru akan mengonfirmasi kepada pengguna sebelumnya. Guru tidak akan memarahi jika kerusakan tidak disebabkan kelalaian saat memakai. Expert akan menilai sikap kejujuran siswa. Diharapkan siswa mau mengakui jika ada alat yang rusak. Discovery Discovering Prasmanan ternyata dapat meningkatkan antusiasme dan tanggung jawab belajar. (gr1/lis)

Guru IPA SMPN 1 Grabag, Kabupaten Magelang